Mami Yuli : Waria Pertama Bergelar S2 di Indonesia

 

Waria Aja Lulus Kuliah, Masak Kamu Kalah?

Bencong S2

Mami Yuli ,Biasa Mangkal di Taman lawang Kini Master bidang Hukum

Jika mendengar kata bencong atau waria, apakah yang ada di benak sobat saat ini? Jijik? Kesel? Takut? atau malah seneng (Cie cie sama juga ternyata ama Bencis). Beragam hal yang negatif memang sering diasosiasikan dengan mahluk jadi-jadian yang satu ini. Namun bukan berarti mereka adalah kaum non terpelajar lho.

Waria Pertama Pemegang S2 di Indonesia
Salah satu fakta bahwa ada sebagian dari kaum wadam alias waria yang terpelajar dapat kita temukan dalam seorang waria bernama Yulianus Tettoblaut. Waria yang dilahirkan sebagai pria ini berhasil lulus di salah satu universitas di jakarta dengan IP cukup tinggi yakni 3,85. Dan bahkan waria yang bernama lain Mami Yuli ini disebut sebagai satu-satunya bencong yang telah menyabet gelar S2 di Indonesia.
Baca Juga : 5 Kampus Buat Karyawan Terbaik Di Jakarta

Bangga Bisa Membuktikan Waria juga berprestasi
Pria yang telah berusia 54 tahun ini merasa senang dan bangga, karena dirinya bisa membuktikan kalau waria juga bisa berprestasi. Bahkan saat diwisuda dirinya tidak malu-malu mengakui bahwa dia adalah seorang waria.

Mami Yuli juga Pimpinan Forum Waria Indonesia
Mami Yuli, adalah salah seorang pimpinan geng waria dan saat ini Ia menjabat sebagai Ketua Forum waria Indonesia. Dan Pria yang sekarang melawan kodrat ini sudah telah berhasil membangun rumah singgah untuk Waria Indonesia di daerah Meruyung Depok

.
Baca Juga : Mau Masuk Universitas terbuka? Coba Lihat Hal ini dulu
Selain sebagai seorang aktivis waria, dirinya juga berambisi menjadi anggota komisi HAM. Namun rakyat Indonesia, serta pimpinannya masih pada waras dan akhirnya menolak masuknya waria bernama Yulianus ini sebagai anggota Komnas HAM Sebanyak 2x.

Tesis Mami Yuli Cukup Fenomenal
Mami Yuli mengambil Tesis yang juga membahas tentang kaumnya. Tesis dari Waria yang bergelar master ini adalah “Rumah Singgah Waria Dapat Mengikis Stigma dan Diskriminasi Ditinjau dari Undang Undang Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM” Dan siapa sangka berkat Tesisnya yang agak fenomenal ini, Mami Yuli berhasil menyabet gelar Master untuk jurusan Hukum dengan peringkat terbaik di Fakultas Hukum Universitas Tama Jagakarsa.

Lihat Juga : Kampus FTI Jayabaya kampus Karyawan Terbaik
Walau sudah S2 Yuli (Panggilan Akrab Yulianus), masih bertekat mengambil gelar doktoral alias S3 disalah satu universitas swasta ternama di Jakarta.

Hikmah Kisah Nyata ini Apa?
Teman-teman yang bekerja, atau sibuk dengan usaha. Masak sih kalah sama waria.. Waria aja bisa lanjut kuliah, bahkan sampai S2. Kita yang Normal ga Boleh kalah dong đŸ™‚

Yuk Keep Ngampus

(Visited 2.340 times, 1 visits today)
 

One Comment

  1. John Gegalino Oktober 27, 2016 at 04:48

    Saya bangga dengan mami Yuli yang mendobarak stigma dan diskriminasi yang masih mengakar di masyarakat dan membuktikan dirinya pada dunia bahwa waria memiliki hak yang sama sbg warga negara untuk mendapat pendidikan yang layak. Maju terus Mami YULI. Semoga anda menjadi Contoh bagai komunitas anda untuk tidak takut melawan stigma dan diskriminasi dengan cara lewat jalur pendidikan. Success mami.

     

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *